CfDS UGM dampingi tata kelola belabeliku.com

Dinamika kehidupan masyarakat saat ini sudah akrab dengan teknologi informasi yang menggeser aktivitas-aktivitas interaksi langsung yang dilakukan secara manual di dunia nyata menjadi secara virtual di dunia maya. Untuk merespon era teknologi informasi Pemerintah Kabupaten Kulon Progo melalui program Menuju 100 Smart City yang mendukung pilar Smart Economy menginisiasi terobosan program “Bela dan Beli Kulon Progo” dengan aplikasi jual beli produk lokal melalui belabeliku.com.

Untuk menjamin keberlangsungan dan efektivitas marketplace lokal belabeliku.com, pada hari Rabu (5/11) di Ruang Glagah Pemkab Kulon Progo, Central for Digital Society Universitas Gadjah Mada (CfDS UGM) melakukan Focuss Group Discuss (FGD) terkait transformasi program ekonomi di era disrupsi dan teknis pengembangan belabeliku.com. Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika, Rudiyatno dalam pembukaan acara menyampaikan bahwa tujuan belabeliku.com untuk meningkatkan perputaran transaksi ekonomi lokal berbasis produk unggulan lokal daerah dalam rangka mengurangi kemiskinan di daerah. “Inovasi membuat media jual beli online produk lokal ini memiliki tujuan utama untuk mengurangi kemiskinan dengan mendorong konsumsi produk lokal yang dihasilkan masyarakat”, tegasnya.

Peneliti senior CfDS UGM, Dyah Ratih Sulistyastuti menyampaikan bahwa  belabeliku.com merespon program ekonomi di era disrupsi. Untuk itu perlu adanya penyiapan pengaturan terkait transformasi program ekonomi masyarakat dan teknis membangun belabeliku.com. Karena program ini diinisiasi pemerintah daerah melibatkan swasta dan BUMD Aneka Usaha, maka diperlukan tata kelola penyiapan dan transaksi produk lokal. “Perlu adanya parameter dan standar untuk menjamin transaksi produk, agar pelanggan tidak kapok, nanti ada beberapa produk yang tidak siap justru nanti menurunkan kredibilitas belabeli.com. Agar tidak mati sebelum berkembang”, ujarnya.

Selanjutnya diskusi terkait dengan peran, fungsi serta kontribusi Perangkat Daerah dan institusi pendukungnya dalam implementasi ecommerce belabeliku.com. Dinas Koperasi dan UKM menjadi penentu kelayakan pelaku produk lokal yang dapat masuk di aplikasi. Selanjutnya Perangkat Daerah yang menyiapkan pelaku usaha lokal memenuhi standar, yaitu: Dinas Pertanian dan Pangan, Dinas Kelautan dan Perikanan, dan Dinas Perdagangan. Dinas Kesehatan bertanggung jawab terhadap pembinaan perijinan produk makan olahan, antara lain: PIRT, Sertifikasi Halal dan lain-lain. KSO Aneka Sumber Solusi sebagai pengembang aplikasi bertanggungjawab terhadap transaksi dan pengembangan SDM dari pelaku usaha lokal.

Penyiapan implementasi belabeliku.com menurut Sutarman, Kabid Aplikasi Informatika perlu disusun tata kelola untuk menjamin suistainable program dan melindungi produsen dan konsumen. “Berbagai penyiapan kedepan perlu tindak lanjut pertemuan teknis tata kelolanya terkait dengan peran Perangkat Daerah, publikasi pengoperasian aplikasi di sisi produsen dan konsumen, serta kesiapan dan keamanan transaksi dengan perbankan untuk pembayaran”, katanya.


Related Articles