Verifikasi Lapangan Tim Panel Independen Kompetisi Inovasi Pelayanan Publik

Kementerian Pemberdayaan Aparatur Negara melakukan verifikasi lapangan terkait tindak lanjut dari keikutsertaan Balai Besar Rehabilitasi Sosial Bina Grahita (BBRSBG) Kartini Temanggung dalam Kompetesi Inovasi Pelayanan Publik bertempat di Sheltered Workshop Peduli Giri Kasih, Desa Giripeni, Kecamatan Wates, Kabupaten Kulon Progo, Selasa (21/8).

Inovasi dari  Balai Besar Rehabilitasi Sosial Bina Grahita (BBRSBG) Kartini Temanggung yaitu Mencapai Nol Kerentanan Penyandang Disabilitas Intelektual. Program dari BBRSBG Kartini Temanggung berupa pelatihan pembuatan karya berupa Batik Ciprat yang saat ini menjadi produk unggulan dan pembuatan Keset. Terdapat 3250 peserta yang diseleksi oleh Kemenpan RB secara administrasi  menjadi 1000an peserta yang lolos administrasi, kemudian 1000 proposal tersebut dinilai oleh Tim Evaluator menjadi 99 yang disebut sebagai Top 99.

Jumanto selaku Asekda 1 menyampaikan pesan Bupati Kulon Progo, bahwa menyambut baik  kegiatan rehabilitasi berbasis sosial keluarga dan workshop bagi penyandang disabilitas di Kulon Progo yang sudah dirintis sejak bulan Mei 2018 hingga sekarang.

“program berupa pelatihan, pemberian motivasi dan stimulan secara ekonomi produktif menghasilkan sebuah karya berupa Batik Ciprat, Inovasi Batik Geblek Renteng, Keset, dan Kain Perca. Harapannya untuk Giri Kasih mampu mengembangkan kreasinya dan menembus pasar” Ujar Jumanto.

Dampak dari program ini yang paling penting tidak hanya bermanfaat bagi masyarakat yang mengalami masalah mental tetapi juga sekaligus sambil melakukan terapi, mereka juga melakukan kegiatan yang bisa memberi manfaat kepada mereka secara ekonomi. Model ini adalah salah satu model yang dikembangkan oleh Kementerian Sosial melalui pelibatan komponen masyarakat sekitar dan lainnya seperti universitas dan masyarakat swasta.

Salah satu mahasiswa KKN UNY Angkatan 2018 Unit 130, Ningsih dari Pendidikan Luar Biasa menyatakan bahwa Penyandang disabilitas mempunyai semangat yang tinggi dan memiliki konsentrasi yang tinggi bila sudah mengerjakan perkerjaan namun masih perlu dibimbing karena mereka sering kali lupa dengan apa yang sudah diajarkan.

“Seharusnya membuat keset ini hanya perlu waktu sehari, berbeda dengan yang dikerjakan oleh mereka yaitu perlu waktu satu minggu untuk selesai namun mereka memiliki nilai semangat yang luar biasa ” Ujar Ningsih.

Kegiatan BBRSBG Kartini merupakan suatu kegiatan kombinasi yaitu kegiatan terapi, kesehatan dan ekonomi. Sehingga merupakan suatu model perlu dilanjutkan, karena memulai sesuatu  mudah sekali, tetapi memelihara dan melayani itu merupakan tugas berat dan ini tidak bisa hanya dilibatkan pada balai tetapi masyarakat juga harus membantu.


Related Articles