Layanan Jamkesos Lebih Mudah dan Murah dengan “Si Peluru Jamesbon”

Wates - Kulon Progo menjadi salah satu kabupaten dari 50 Kabupaten/ Kota yang diinisiasi Kementerian Sosial Republik Indonesia dalam hal pelayanan dan rujukan kesejahteraan sosial yang dinamakan Sistem Layanan dan Rujukan Terpadu (SLRT). Kulon Progo sendiri menamakannya dengan Sistem Layanan dan Rujukan Terpadu Peduli.

    “Maksud tambahan Peduli adalah sebagai pengingat semua personil. Baik ASN (Aparatur Sipil Negara) dan non ASN Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kulon Progo untuk bersikap pro aktif dan responsif terhadap permasalahan kesejahteraan sosial, khususnya permasalahan masyarakat miskin. PEDULI juga singkatan dari 1. Peka terhadap permasalahan, 2. Tanggap dan padu dalam berinisiasi, 3. Lincah dan cakap dalam bertindak,” terang Eka Pranyata, Kepala Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, di Halaman Dinas Sosial P3A, Rabu (15/8).

    Sistem Pelayanan Umum Rujukan Jaminan Kesehatan Sosial Berbasis Online disingkat Si Peluru Jamesbon memperbaiki sistem layanan menjadi online dan hanya lewat satu pintu. Urusan Jamkesos, nantinya hanya memerlukan waktu 1 jam di Dinas Sosial P3A, tanpa perlu ke Yogyakarta.

“Kita sebagai aparatur pemerintah memang dituntut untuk terus memperbaiki layanan kita. Apalagi sasaran yang kita layani memang benar-benar membutuhkan layanan kita bersama,” ujar Siti Badriah, Kepala Bapel DIY.

    Kuota pemerintah pusat untuk DIY sebesar 1,6 juta harusnya sangat cukup untuk meng-cover 300.000-an masyarakat miskin. Tetapi kenyataannya, Bapel setiap hari masih menemukan masyarakat kurang mampu, belum memiliki kartu JKN-KIS. Sehingga sampai hari ini Bapel Jamkesos masih bertugas memberikan jaminan terhadap masyarakat kurang DIY yang belum memilikinya. Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial (PMKS), gepeng, anak jalanan korban Kekerasan Terhadap Perempuan dan Anak (KTPA), korban tragedi, penyandang AIDS/ HIV, dan difabel menjadi penerima utama Jamkesos.  

    “Dan untuk memberikan layanan ini, kita bersama-sama juga telah beberapa kali mengembangkan inovasi untuk percepatan. Yang pertama, Si Cantik, untuk menyaring Bapel Jamkesos tidak dobel kartu. Sehingga, kita langsung tahu orang yang mendaftar telah memiliki Jamkesos atau tidak. Kedua, One get services, dimana sebelumnya orang harus ke beberapa loket, sekarang hanya membutuhkan waktu kurang lebih 10 menit untuk mendapatkan surat penjaminan di satu loket saja. Dengan ditambahnya Si Peluru Jamesbon ini, warga Kulon Progo tidak perlu lagi mengeluarkan transport ke Jogja, dan kita sepakat layanan ini gratis.” katanya.

    Bupati Kulon Progo Hasto Wardoyo menyampaikan, sebagai pelayan publik memang seharusnya selalu berinovasi untuk memajukan layanan dan tepat sasaran kepada masyarakat yang membutuhkan. Beliau berharap, tidak ada lagi yang mengaku-ngaku miskin. Apalagi, kategori miskin di Kulon Progo adalah orang dengan penghasilan dibawah Rp. 300.000,-

    “Dengan adanya Si Peluru Jamesbon, layanan akan menjadi cepat, praktis, dan murah. Kita berharap, Jamkesos menjadi payung. Kalau saya berprinsip, jika kita tidak bisa mayungi, yang penting kita sudah melayani dengan memuaskan. Memuaskan lebih murah daripada menyembuhkan,”

Banyaknya pelayanan yang sering terbengkalai juga menjadi perhatian Bupati. “Kita sukses menjadi pelayanan kalau bisa me-manage yang gagal. Seharusnya kita merasa kecewa, gelo, dan gagal kalau tidak bisa me-manage layanan dengan baik,” imbuhnya.

        Si Peluru Jamesbon diluncurkan oleh Bupati Kulon Progo, yang disaksikan Wakil Bupati Kulon Progo Soetedjo, Kepala Dinas P3A Kulon Progo Eka Pranyata, Kepala Bapel Jamkesos DIY Siti Badriah, dan Kepala OPD terkait. Merupakan hasil kerjasama Dinas P3A Kulon Progo DIY, Bapel Jamkesos DIY, dan salah peserta Diklatpim Sunaryo.


Related Articles