Pertunjukan Rakyat 2018 Tampilkan Teater Barangan

Pertunjukan Rakyat 2018 (Pertunra) yang diprakarsai Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Kulon Progo, sukses digelar Jumat (10/8) malam, di Lapangan Dekso, Desa Banjararum.

Gelaran tahunan ini selain menghibur rakyat dengan budaya daerah, juga membawa misi memperkenalkan Diskominfo Kulon Progo dan program-programnya untuk memajukan Kulon Progo. Pasalnya, Diskominfo terhitung lembaga kedinasan baru setelah berpisah dengan Dinas Perhubungan Kulon Progo dua tahun yang lalu. Antara lain program yang diperkenalkan adalah smart city, Satu Data Kulon Progo, dan E-Lapor, yang membutuhkan dukungan dan bantuan dari semua pihak terutama masyarakat Kulon Progo.

“Diseminasi informasi pada malam hari ini salah satu contohnya, selain itu tidak lama lagi event tahunan Pameran Manunggal Fair yang selalu ditunggu-tunggu masyarakat dalam rangka memeriahkan Hari Jadi Kabupaten kulon Progo ke 67 mendatang. Juga program SMART CITY yang akan memberikan pelayanan lebih cepat, mudah kepada masyarakat.” ucap Sekretaris Diskominfo Kulon Progo Heri Darmawan. 

Teater Barangan dari Dinas Kebudayaan Kulon Progo ditunjuk menjadi pengisi sebagai teater tradisional asli Kulon Progo yang baru-baru ini mendapat berhasil meraih juara I dalam Festival Teater Tradisional se-DIY 2018.

“Lakon ’Lurah Kidul’, yang sebelumnya di lombakan ditampilkan kembali karena menceritakan latar belakang pemilihan kepala desa yang penuh dengan intrik kotor untuk mendapatkan kemenangan. Seperti sekarang ini yang sebentar lagi akan ada pemilihan presiden. Bahkan, antar tetangga pun juga bisa bermusuhan gara-gara beda pilihan,” ujar Atang, MC Teater Barangan.

Masyakat Banjararum merasa senang acara ini di adakan di daerahnya dan merasa terhibur karena jaman sekarang sudah mulai jarang pertunjukan rakyat seperti ini. Contohnya, Ifa yang menonton bersama ayah dan kakakknya.

“Seneng, bisa kumpul-kumpul sama keluarga juga. Pengennya diadain terus setiap bulan sekali disini. Bisa nonton Angguk juga,” kata Ifa.

Drama bercerita tentang Ratih yang berbeda pandangan dengan ibunya saat akan ada pemilihan desa. Ratih yang tidak setuju pilihan ibu memilih untuk pergi dan menemui kekasihnya, salah satu calon kepala desa, namun kekasihnya tidak percaya dengan Ratih karena ibunya memilih dan menjadi tim sukses calon lain yang bermain kotor dengan mengadu domba serta menyebarkan isu.

Acara berlangsung lancar dengan dihadiri Dinas Kominfo DIY, Dinas Kebudayaan Kulon Progo, Camat Kalibawang, sampai masyarakat sekitar.

 


Related Articles