Satu Dasawarsa Museum Sandi: Napak Tilas Sejarah Persandian

Badan Siber dan Sandi Negara menyelenggarakan kegiatan Napak Tilas dan Talkshow Sejarah Persandian untuk memperingati Satu Dasawarsa Museum Sandi. Kegiatan tahunan tersebut diikuti oleh pejabat struktural Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) bekerjasama dengan masyarakat dan komunitas yaitu Museum Sandi Community Program (MSCP). Sabtu (28/7). Kepala BSSN, Djoko Setiadi membuka kegiatan napak tilas yang bertempat di Lapangan Dekso, Desa Banjararum, Kulon Progo. Kegiatan tersebut mengambil tema “Satu Dasawarsa Museum Sandi Napak Tilas Sejarah Benteng Informasi Republik Indonesia”. “Momentum napak tilas dapat memotivasi generasi muda untuk melakukan hal-hal yang positif dengan semangat para pejuang sandi dan sebagai tempat sosialisasi seluruh generasi muda tentang keberadaan rumah sandi yang bagus dijadikan pembelajaran.” paparnya Upacara pelepasan peserta napak tilas di lapangan Dekso, dilanjutkan menuju situs Markas TB. Simatupang di Banaran. Rute yang dilalui melewati medan pegunungan berbatu dengan kontur terjal. Talkshow yang bertempat di rumah sandi Purwoharjo, Samigaluh. Kepala Biro Hukum dan Hubungan Masyarakat, YB. Susilo Wibowo selaku pembicara menceritakan perjuangan singkat dari Roebiono Kertapati dan pembentukan dinas kode. Sementara Praktisi Sejarah, M. Asnan selaku pembicara kedua dalam Talkshow menyampaikan pentingnya pembelajaran luar sekolah di rumah sandi sebagai media belajar. “Pembelajaran luar sekolah tidak kalah penting untuk peserta didik, karena meraka akan lebih bisa merasakan keadaan sesunguhnya dan spirit nilai-nilai perjuangan dapat diaplikasikan dalam lingkungan” ujarnya

Related Articles