Diskominfo Kulon Progo, OPD Berkinerja Terbaik Ke-3

Pemerintah Kabupaten Kulon Progo mengadakan Evaluasi Kinerja Triwulan II Tahun 2018 di Ruang Sermo, komplek Pemda Kulon Progo. Kamis (27/7). Acara tersebut dihadiri  langsung oleh Bupati Kulon Progo, Hasto Wardoyo serta seluruh kepala OPD di lingkungan Pemda  Kulon Progo dan dipandu Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Agus Langgeng Basuki.

 

Agus Langgeng Basuki menyampaikan bahwa berdasarkan sistem informasi MonevKU, realisasi belanja langsung APBD 2018 sampai dengan Triwulan II dari target sebesar 46,36% baru terealisasi sebesar 21,30%. Sementara realisasi kinerja fisik sampai dengan triwulan II baru mencapai 49,10%, dari target yang ditetapkan sebesar 52,77%.

 

Untuk kinerja fisik OPD, secara umum memiliki gap yang semakin kecil dari waktu ke waktu namun untuk kinerja keuangan, terlihat ada gap yang agak menganga pada triwulan Ke-II tahun ini. Bahkan, untuk kinerja pengadaan barang, dari total 193 paket yang harus dikerjakan, target pada Triwulan II sejumlah 146 paket, dengan jumlah realisasi baru 101 paket.” papar Langgeng.

 

Pada kesempatan kali ini disampaikan pula kinerja terbaik untuk lingkup setda/setwan/irda/badan dan dinas. OPD yang memiliki kinerja terbaik I, II, III pada Triwulan II Tahun 2018 adalah terbaik I diraih oleh Dinas Koperasi Usaha Kecil dan Menengah, disusul Dinas Kependudukian dan Catatan Sipil dan terbaik ketiga Dinas Komunikasi dan Informatika.

 

Kinerja terbaik untuk lingkup kantor/kecamatan dicapai oleh Kecamatan Panjatan, Kecamatan Kalibawang dan  Kecamatan Nanggulan.

 

Penilaian tersebut didasarkan capaian fisik (bobot 40%), capaian keuangan (bobot 40%), dan keterisian laporan pada aplikasi MonevKU (bobot 20%).

 

Agus Langgeng Basuki menambahkan pada triwulan II tahun 2018 ditemui beberapa kendala yang menyebabkan target fisik dan keuangan tidak terpenuhi antara lain : Terdapat perubahan perencanaan kegiatan (sasaran kegiatan, DED) sehingga menyebabkan pelaksanaan kegiatan mundur dari jadwal Keterlambatan pelaporan pertanggungjawaban keuangan, Proses pengadaan tidak sesuai dengan target, Penyedia belum mencairkan termin pembayaran sesuai jadwal, Kegiatan yang bersumber dari dana DAK, belum semua tercatat dalam realisasi keuangan karena SP2D belum terbit.

“Rekomendasi sebagai  tindak lanjut untuk mengatasi kendala tersebut agar dilakukan percepatan-percepatan dengan melakukan penyelesaian pertanggungjawaban administrasi keuangan, dan percepatan penyelesaian administrasi dokumen lelang.” ujarnya

Sementara Bupati Kulon Progo, Hasto Wardoyo menuturkan kepala OPD agar dapat memanfaatkan MonevKu sebaik-baiknya untuk melakukan pengendalian internal, sehingga pelaksanaan program dan kegiatan dapat berjalan sesuai rencana.

 

Bupati Kulon Progo berharap setelah pertemuan ini, tidak ada lagi kendala-kendala yang menghambat di masing-masing OPD, sehingga pelaksanaan program dan kegiatan dapat berjalan sesuai rencana.

Dinas Kominfo Kulon Progo untuk kali pertama mendapatkan posisi tiga besar pada kinerja OPD terbaik dengan total nilai 92,70%. Disampaikan oleh Kepala Dinas Kominfo Kulon Progo Rudiyatno bersyukur atas hasil yang diraih oleh Dinas Kominfo Kulon Progo, hal tersebut menjadi awal mula yang baik.

“Kami bersyukur atas hasil yang diraih, prestasi ini berkat kerjasama yang baik serta kerjakeras dari semua yang terlibat sehingga dapat meraih peringkat ketiga. Hal tersebut merupakan awal yang baik untuk Dinas Kominfo karena Dinas Kominfo merupakan dinas baru yang masih banyak membutuhkan penataan-penataan terkait prosedur dan mekanisme kerja.” ujar Rudiyatno.

Rudiyatno juga berharap prestasi yang telah diraih dapat menjadikan motivasi untuk lebih bersemangat dalam bekerja sehingga pada triwulan ke III kinerja Dinas Kominfo semakin meningkat.” katanya


Related Articles