Komunitas Sesaba Adikarta: Sejarah adalah Pelumas Mesin Pembangunan Kulon Progo

Kehidupan masa sekarang tidak terlepas dari kehidupan di masa lalu. Peristiwa yang terjadi di masa lampau tersebut dinamakan sejarah. Sejarah membawa dan membangun peradaban sebagai ilmu pengetahuan.

 

Perjalanan panjang Indonesia tidak terlepas dari sejarah yang panjang pula. Ir. Soekarno dalam pidato terakhirnya yang berjudul Karno mempertahankan garis politiknya yang berlaku pada HUT Republik Indonesia tahun 1966 menggaungkan akronim JAS MERAH “Jangan sekali-kali meninggalkan sejarah”. Menandakan pentingnya sejarah khusunya bagi rakyat Indonesia. Karena, melupakan sejarah Indonesia berarti menghilangkan tanda sebagai warga negara Indonesia.

 

Menilik Kulon Progo, kabupaten paling barat di Daerah Istimewa Yogyakarta ini, memiliki banyak sejarah yang belum terekspos. Berdasarkan cita-cita sama tentang sejarah dan ingin mengangkat nilai sejarah yang selama ini belum dipandang sebagai suatu potensi besar, khususnya di Kulon ProgoBeberapa orang pecinta sejarah membentuk sebuah komunitas jelajah sejarah, memalui komunitas Sesaba Adikarta yang mengandung arti jalan-jalan.

 

Arti Sesaba itu jalan-jalan, maksudnya kita bikin acara yang bisa menjelajahi Kulon Progo dari utara sampai ke selatan. Adikarta adalah sebagai lambang suatu hal yang pernah terjadi dimasa lalu, artinya kita mengambil poin di masa lalunya. Jadi Adikarta itu adalah wujud jelajah yang mengambil poin-poin atau topik mengenai masa lalu Kulon Progo dari utara sampai selatan,” ujar Galang, salah satu pendiri Komunitas Sesaba Adikarta saat dihubungi, Senin (9/7).

 

Mempelajari sejarah berarti memperdalam asal usul. Jika menggali lebih jauh sejarah Kulon Progo akan tercipta rasa memiliki dan mencintai Kulon Progo. Secara tidak langsung, hal ini juga akan membuat masyarakat turut serta membantu pembangunan Kulon Progo, seperti melindungi budaya dan kearifan lokalnya. Sejarah memiliki arti tersendiri bagi Komunitas Sesaba Adikarta, yaitu sebagai pelumas mesin pembangunan Kulon Progo. Sedikit banyak, ada ketakutan budaya dan kearifan lokal kental milik Kulon Progo akan tergerus dan dilupakan para penerus bangsa ditambah dengan pembangunan Kulon Progo yang sedang gencar-gencarnya.

 

Kami yakin dengan pemahaman yang baik terhadap sejarah, terutama golongan muda dan tidak menutup kemungkinan golongan masyarakat sepuh itu arahnya kita akan bangga. Kalau kita tau asal usul, kita akan bangga kemudian menjadi cinta Kulon Progo. Kalo kita mencintai Kulon Progo maka kita akan melakukan sesuatu untuk Kulon Progo tanpa kita minta timbal balik. Pembangunan akan berjalan dengan baik, tapi tetap tidak meninggalkan akar budaya dan kearifan lokal kulon progo yang kita akui sebagai sejarah,” ucapnya.

 

Komunitas Sesaba Adikarta telah melaksanakan kegiatan pertama pada tanggal 8 Juli 2018  cukup mendapat apresiasi dari beberapa orang, ternyata banyak orang yangpeduli terhadap sejarah. Sekitar 20 orang yang berkumpul, berjelajah jalan-jalan ke tempat yang dekat dan terjangkau. Dari peserta yang datang pada kegiatan pertama komunitas Sesaba Adikarta ini membuktikan bahwa masih banyak orang yang memiliki visi sama. Rencana kegiatan komunitas

Sesaba Adikarta ini berupa jelajah ketempat bersejarah, diskusi, ketempat pelaku sejarah untuk silaturahmi, workshop di sekolah, kegiatan sosial, kegiatan amal, lingkup kegiatan sangat luas tapi untuk pemersatu dalam komunitas ini yaitu sejarah.

 

Harapanya kami akan mencoba untuk menjadikan keluarga ini solid. Setelah solid kedepannya kami merencanakan untuk datang ke para pelaku sejarah, silaturahmi. Kemudian kami ingin tahu tentang topik tertentu melalui orang yang mengerti sejarah,”katanya.

 

 

Sesaba Adikarta merupakan komunitas yang tergolong masih baru, berdiri pada tanggal 25 Juni 2018. Komunitas Sesaba Adikarta ini terfokus pada sejarah dan tempat bersejarah yang ada di Kabupaten Kulon Progo dari selatan sampai utara. Mulai dari Temon, Panjatan, Galur, Lendah, Kalibawang, Samigaluh, Kokap, Nanggulan.


Related Articles