DISKOMINFO Selenggarakan Bimtek Gerakan Menuju 100 Smart City

Dinas Komunikasi dan Informatika (DISKOMINFO) Kabupaten Kulon Progo menyelenggarakan Bimbingan Teknis tahap satu menuju 100 Smart City Indonesia di Aula Ardikarta Gedung Kaca Kabupaten Kulon Progo. Rabu (4/7).

 

Bupati Kulon Progo, Hasto Wardoyo menyampaikan jika Smart City hanya dijadikan lebel untuk menebarkan pesona maka tidak akan ada artinya. Kulon Progo akan terlihat hebat, dinilai bagus namun sayangnya tidak ada daya ungkit terhadap kemandirian dan pemberdayaan ekonomi. Yang paling penting adalah membangun jiwa dari Smart City bukan hanya sekedar wajah dari Smart City.

Sebagai langkah awal, dalam rangka pengentasan kemiskinan, saya titipkan quick way yang akan muncul meningkatkan kesejahteraan. Ada bantuan berupa Bantuan Non Tunai, AirKu dan telah diresmikannya belabeliku.com.” kata Hasto.

 

Bupati Kulon Progo berharap pengembangan Smart City yang didukung Pemda Kulon Progo tidak melupakan focus of Interest terhadap pengentasan kemiskinan. Dalam menyambut kehadiran Bandara NYIA selain memberikan pelatihan kebandarudaraan serta menyiapkan produk lokal Kulon Progo untuk kebutuhan NYIA.

“Apapun yang kita lakukan di Kabupaten Kulon Progo ini jangan lupa ada focus of interest pada kemiskinan. Apa yang kita lakukan untuk Smart City ini jangan lupakan memikirkan masalah multiplier effect terhadap masalah pengentasan kemiskinan, meningkatkan pendapatan warga masyarakat. Bandara NYIA harus menggunakan produk lokal Kulon Progo sehingga kami menyiapkan produk lokal seperti Air Ku untuk mendukung NYIA” lanjutnya.

Bimbingan Teknis Gerakan Menuju 100 Smart City Indonesia merupakan bentuk tindak lanjut dari Nota Kesepahaman antara Direktorat Jenderal Aplikasi Informatika Kementerian Komunikasi dan Informatika dengan Pemerintah Kabupaten Kulon Progo  nomor 54/MoU. KP/KHM/208 tentang Implementasi Gerakan Menuju 100 Smart City Kabupaten Kulon Progo.

“Salah satu poin dalam kesepahaman tersebut adalah Kementerian Komunikasi dan Informatika memberikan fasilitasi tenaga ahli guna membimbing segenap unsur pemerintah daerah yang terlibat, agar mengetahui, mengerti, memahami, dan dapat menginisiasi program secara nyata,” papar Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika, Rudiyatno.

 

Kepala Dinas Kominfo, Rudiyatno berharap diadakannya Bimbingan Teknis ini agar OPD yang mengikutinya dapat memperhatikan dengan seksama sehingga nantinya bisa menghasilkan produk program atau layanan yang lebih baik lagi. Target susun dokumen masterplan, baik dari OPD, desa, unsur terkait penyelenggara pemerintahan lainnya bisa susun dokumen perencanaan untuk pengembangan Smart City.

“Memang, barangkali untuk level-level SDM tentu kurang menarik, tapi harus diikuti dengan seksama agar menjadi menarik dan tahu manfaat bimbingan teknis yang dilaksanakan”, paparnya

 


Related Articles