KOMFEST Mengajak Pelajar Kulon Progo Berkarya untuk Indonesia

WATES, Panitia Kulon Progo Muslim Festival (KOMFEST) 2018 yang terdiri dari gabungan pelajar SMA/SMK muslim di Kabupaten Kulon Progo telah berhasil menyelenggarakan KOMFEST 2018. Acara yang dihadiri oleh 2.000 peserta ini cukup meriah dengan mengangkat tema “ Spirit Kebangsaan Pelajar Berkarakter, Berkarya untuk Indonesia”. di Alun-alun Wates, Minggu (6/5).

Rangkaian kegiatan KONFEST meliputi: pentas pelajar, talks show, stand dan bazar. Acara KONFEST diselenggarakan setiap dua tahun sekali, tahun 2018 merupakan kali kedua acara KONFEST setelah tahun 2016 berhasil diselenggarakan. Tiga narasumber hebat, hadir menambah semarak kegiatan KONFEST tahun 2018 yakni Bupati Kulon Progo Hasto Wardoyo, penulis Habiburrahman El Shirazy dan Awan Gamelawan.

Hasto Wardoyo mengajak pelajar di Kulon Progo untuk berani melakukan perubahan dan perbaikan.

“Pemuda harus nekad, nekad untuk dapat menjadi perubahan generasi yang lebih baik dan berkarakter, jangan mudah menyerah untuk terus belajar, berjalan dijalan yang benar. Sebagai pemuda Kulon Progo harus bangga dengan Kulon Progo, bangga dengan produk lokal, bangga untuk Bela dan Beli Kulon Progo.” ujar Hasto.

Tujuan diselenggarakan acara tersebut adalah untuk mewujudkan karakter yang harus dimiliki oleh pelajar Indonesia, sebagai sarana meningkatkan nasionalis pada diri pelajar serta merekatkan ukhuwah pelajar Kulon Progo dengan pelajar se-DIY.

“Acara ini merupakan kegiatan dari pelajar untuk pelajar, karena sasaran utama acara ini untuk pelajar di Kulon Progo serta DIY namun juga kami buka untuk umum. Semoga kita semua dapat mengambil manfaat dari pertemuan kita hari ini serta dapat mempererat ukhuwah pelajar di Kulon Progo.” papar Adi Vidi Yansyah selaku Ketua Panitia saat menyampaikan sambutan panitia kegiatan, Minggu, (6/5)

Disisi lain narasumber  sekaligus penulis best seller Ayat-Ayat Cinta, Ketika Cinta Bertasbih Habiburrahman El Shirazy menyampaikan merasa sangat senang dan bahagia bertemu dengan remaja di Kulon Progo.

“Tema yang diangkat sangat menarik, spirit kebangsaan mencerminkan rasa kebangsaan terhadap bangsa Indonesia,  buku yang saya tulis kebanyakan tertuju kepada para pemuda dengan tujuan agar banyak dari pemuda yang berprestasi. Prestasi bukan hanya dilihat pada angka saja namun juga harus memiliki nilai karakter yang baik. Berlomba-lomba dalam kebaikan, berlomba-lomba berprestasi, berkarya untuk Indonesia “ paparnya


Related Articles