Peringatan Hardiknas, Menguatkan Pendidikan Memajukan Kebudayaan

Wates, Peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) diperingati setiap tanggal 2 Mei, tahun ini mengambil tema Menguatkan Pendidikan Memajukan Kebudayaan. Upacara peringatan Hardiknas dilaksanakan di Alun-alun Wates, Rabu (2/5) dengan inspektorat upacara Wakil Bupati Kulon Progo, Sutedjo sedangkan pengibar bendera dari Purna Paskibraka Indonesia (PPI) Kabupaten Kulon Progo yakni Kostrananda Prawirayudha, Hanif Ragil Prakosa, Fany Rinaldy Pangestu.

Dalam Pidato Menteri Pendidikan Dan Kebudayaan RI yang dibacakan oleh Wakil Bupati Kulon Progo, Sutedjo mengajak untuk menjadikan peringatan Hardiknas sebagai momentum untuk merenungkan hubungan erat antara pendidikan dan kebudayaan sebagaimana tecermin dalam ajaran, pemikiran, dan praktik pendidikan yang dilakukan oleh Ki Hadjar Dewantara. Penguatan karakter dan literasi warga negara merupakan bagian penting yang menjadi ruh dalam kinerja pendidikan dan kebudayaan, yang memerlukan pelibatan semua komponen bangsa sebagaimana Ki Hajar Dewantara menempatkan hal ini dalam tripusat pendidikan yang meliputi sekolah, rumah, dan masyarakat. Guru, orang tua, dan masyarakat harus menjadi sumber kekuatan untuk memperbaiki kinerja dunia pendidikan dan kebudayaan dalam menumbuhkembangkan karakter dan literasi anak-anak Indonesia.

Wakil Bupati Kulon Progo menyampaikan bahwa pendidikan di Indonesia secara nasional telah di atur dalam Undang-Undang Sistem Pendidikan Nasional, disisi lain khusus Kulon Progo telah memiliki Perda Pendidikan Karakter sudah sesui dengan Undang-Undang Sistem Pendidikan Nasional. Perda Pendidikan Karakter di Kulon Progo menambah tiga tekanan yang terdiri dari Pendidikan Moral Pancasila, Religiusitas Anak, dan Pendidikan Kemataraman.

“Kami berharap dengan adanya Perda Pendidikan Karakter yang ada di Kulon Progo, dapat menjadikan pendidikan di Kulon Progo tidak sekedar menjadikan peserta didik cerdas tapi betul-betul cerdas, berbudi pekerti luhur, religiusitas tercapai dan wawasan kebangsaan menurut Pancasila terpelihara sehingga etika sopan santun melalui pendidikan kemataraman dapat lengkap untuk membekali peserta didik mengarungi masa depan.” papar Sutedjo saat ditemui setelah upacara Hardiknas.

Disisi lain Kepala Dinas Dikpora Kulon Progo Sumarsana, menyampaikan di Kulon Progo telah ada Perda Pendidikan Karakter dan sejak Januari 2018 telah diterapkan ditingkat TK, SD/MI, SMP/MTS.

“Sudah ada SOP yang mengatur siswa untuk masuk kelas dimulai dari baris, mencium tangan guru, hormat bendera, menyanyikan lagu wajib, bordoa dll. Hal tersebut bentuk untuk melatih peserta didik menghormati orang tua dan guru. Tujuannya untuk menjadikan peserta didik yang cerdas serta berkarakter.” ujar Sumarsana.

 


Related Articles