Dinas Kesehatan Sosialisasikan GERMAS Penanggulangan Stunting

Dinas Kesehatan Kabupaten Kulon Progo bekerjasama dengan Kementerian Kesehatan Republik Indonesia menggelar Sosialisasi Germas Di Kabupaten Penanggulangan Stunting.

Sosialisasi tersebut bertujuan untuk mengajak masyarakat melakukan gerakan masyarakat sehat serta memberikan informasi terkait penanggulangan Stunting, bertempat di Hotel King’s (13/12/2017).

Peserta yang hadir dalam sosialisasi tersebut berjumlah sekitar 100 orang terdiri dari unsur Tenaga Kesehatan, SKPD, pemerintah Desa di wilayah Kabupaten Kulon Progo. Acara dibuka langsung oleh Bupati Kulon Progo. Hasto Wardoyo mengajak masyarakat untuk membudayakan hidup sehat, gerakan hidup sehat yang dimaksud meliputi : melakukan aktifitas fisik, mengonsumsi sayur dan buah, tidak merokok, tidak mengonsumsi alkohol, memeriksa kesehatan secara rutin, membersihkan lingkungan, dan menggunakan jamban.

Sementara Bambang Harjanto memaparkan, fokus dari sosialisasi ini adalah masalah stunting. Berdasarkan data yang di adopsi dari Kementerian Kesehatan Republik Indonesia dan Gerakan Masyarakat Hidup Sehat Kabupaten Kulon Progo diurutan ke-43 Lokus 100 Kabupaten /Kota utama untuk Intervensi Stunting. jumlah balita stunted di 10 Desa Lokus penanggulangan stunting pada tahun 2017 yang paling tinggi angkanya adalah Puskesmas Pengasih 2 Desa Karangsari berjumlah 132 stunted dari 545 jumlah balita yang diukur atau sebesar 24,22 % dibandingkan dengan  9 Desa lain di Kabupaten Kulon Progo, namun hal ini bukan berarti Kulon Progo menjadi wilayah yang stuntingnya tinggi. Sistem kesehatan di wilayah kita sudah baik, hal ini terlihat dari komitmen Pemerintah untuk fokus terhadap kesehatan ibu dan anak, sebagai bentuk nyatanya yaitu dengan kawasan tanpa rokok, adanya grup jejaring peduli kesehatan ibu dan anak sehingga jika ada permasalahan ibu dan anak di masyarakat dapat bergerak cepat dan langsung dapat ditangani.

Theresia Irawati selaku narasumber kedua dari Direktorat promosi kesehatan dan pemberdayaan masyarakat Kementrian Kesehatan Republik Indonesia menguatkan bahwa stunting perlu untuk perhatikan karena ini adalah masalah yang serius. Stunting merupakan  satu titik masalah gizi kronis yang disebabkan oleh  asupan pangan/gizi yang tidak sesuai dengan kebutuhan gizi. Sehingga antara asupan pangan/gizi dengan kesehatan harus seimbang. kurangnya gizi dan keterlambatan pertumbuhan menyebabkan kekerdilan fisik pada balita. 

Stunting terjadi mulai janin masih dalam kandungan dan baru nampak saat anak berusia dua tahun. Mari kita bersama-sama mendukung dan melaksanakan program GERMAS sehingga stunting khususnya di Kabupaten Kulon Progo dapat berkurang dan masyarakat Kulon Progo senatiasa sehat (tambah Theresia).


 


Related Articles