Hujan Mengakibatkan Longsor di Padukuhan Ngroto

Ngroto—Curah hujan yang lebat beberapa hari terakhir ini mendatangkan potensi bencana alam seperti banjir dan juga tanah longsor. Hal ini terjadi hampir di seluruh Daerah Istimewa Yogyakarta termasuk Kabupaten Kulon Progo. Salah satunya hujan lebat di susul dengan bencana longsor di Padukuhan Ngroto, Pendoworejo, Girimulyo, Kabupaten Kulon Progo pada  (29/11).

Hujan dengan potensi tanah longsor di Padukuhan Ngroto ini membuat rumah-rumah di sekitaran lereng Ngroto rata oleh tanah dan menimbulkan korban jiwa sehingga masyarakat yang masih selamat terpaksa harus di evakuasi. Kepolisian Wates bersama dengan Timsar melakukan evakuasi ke sejumlah daerah. Khususnya untuk wilayah Padukuhan Ngroto sampai saat ini masih di lakukan evakuasi secara berlanjut. Hal ini di karenakan ada korban jiwa yang masih belum di temukan.

Bencana longsor yang memakan korban jiwa ini menimpa keluarga Daladi (59). Rabu  pukul 02.00 dini hari, dua korban berhasil di selamatkan dan di larikan ke Rumah Sakit Klepu, yaitu  Istri Daladi bernama Sarpinah (58) dan menantunya Nurhidayah (25). Dua korban lainnya belum berhasil di temukan yaitu Daladih dan Heri Siswadi (30) karena masih buruknya cuaca untuk di lakukan evakuasi yang harus menggunakan kendaraan besar. “Pada sekitar pukul 24.00 WIB saya sempat ke atas untuk memastikan aliran air dan keadaan rumah Pak Daladi dan juga rumah saya apakah aman atau tidak, dan masih sempat mengobrol dengan pak Daladi saat itu. Setelah itu saya kembali turun dan pada pukul 01.00 WIB saya hendak tidur tetapi saya mendengar suara gemuruh, setelah saya lihat ternyata sudah longsor dan keadaan sudah gelap.” Jelas Sigit Purnomo salah satu warga dukuh Ngroto.

Gusdi Hartono, Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kulon Progo mengatakan bahwa saat ini yang dilakukan belum banyak. Tindakan saat ini yang harus cepat dilakukan adalah bagaimana cara mencari dua korban jiwa yang masih tertimbun di dalam tanah. Selain itu, hal yang perlu di perhatikan adalah mencari korban namun tetap memperhatikan keselamatan, kondisi tanah saat ini masih labil dan dikhawatirkan akan ada longsor susulan, hujanpun masih belum reda, masih banyak ruangan-ruangan dalam rumah yang tertimbun oleh tanah itu juga dikhawatirkan tanah akan ambrol serta mobilisasi alat berat untuk mencari korban jiwa yang masih tertimbun longsor. Papar Tono.

 


Related Articles