NABUH GAMELAN 66 JAM SIAP PECAHKAN REKOR MURI

Kulon Progo--KEARIFAN LOKAL di Kabupaten Kulon Progo tetap dijunjung tinggi, salah satunya adalah kegiatan Nabuh Gamelan dengan menggunakan pakaian adat Jawa dan nuansa panggung yang bermotifkan jawa serta acara ini berlangsung sejak hari Rabu, 18  Oktober 2017 pukul 20:00 WIB hingga hari sabtu, 21 oktober 2017 pukul 14:00 WIB di Alun-alun Wates.

Biasanya penabuh gamelan ini dibawakan oleh kaum laki-laki saja, uniknya di Kulon Progo yang ikut menabuh gamelan adalah kaum wanita dan anak-anak tingkat SD maupun SMP dikecamatan masing-masing. Event menabuh gamelan yang kurang lebih berlangsung selama tiga hari ini melakukan tabuh gamelan tanpa jeda, dan pada hari Jum’at nya di isi dari Grup SRIkandi dimana grup ini dimainkan oleh kaum wanita semua dari mulai pemain alat musik tradisionalnya hingga penyanyinya. Kegiatan yang diselenggarakan oleh Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Kulon Progo ini patut mendapat banyak apresiasi dari pemerintah daerah dan masyarakat Kulon Progo.

Bejo S.Pd selaku salah satu penyelenggara dari Dinas Pendidikan menjelaskan bahwa “jika dulu pernah di laksanakan di Taman Mini Indonesia Indah menabuh selama 57 jam untuk mencapai prestasi rekor muri, maka sekarang harus mencapai 66 jam tanpa jeda secara bergantian dari masing-masing grup perkecamatan untuk mencapai prestasi rekor muri, orang tua nabuh dari malam hingga pagi dan anak-anak muda dari siang hingga sore”. Ujar Bejo.

Lasmi selaku salah satu penyelenggara dari Dinas Kebudayaan mengatakan bahwa “event menabuh gamelan ini di awasi langsung oleh Tim Muri Jakarta yang diatasnamakan Kabupaten Kulon Progo. Dan mengapa anak-anak, remaja serta wanita di ikutsertakan dalam event ini ? Itu karena, mereka telah di didik dan memberikan kesempatan untuk anak-anak muda agar berprestasi juga sekaligus membantu orang tua untuk nabuh gamelan.” Tambah Lasmi.

 

 

 


Related Articles