Warga WTT Ingin Pendataan dan Pengukuran Lahan Dipercepat

Puluhan warga terdampak bandara New Yogyakarta International Airport (NYIA) yang tergabung dalam Wahana Tri Tunggal (WTT) mendatangi Rumah Dinas Bupati Kulon Progo, Senin (7/8). Para warga terdampak bandara, ditemui langsung oleh Bupati Kulon Progo dr. Hasto Wardoyo, Sp.OG (K) bersama dengan Kepala Kanwil BPN DIY, Ir. Perdananto Ariwibowo, Kepala BPN Kulon Progo Suardi, SH, MH, Assek II Setda Triyono, SIP,MSi, Plt. Kadinas Pertarung Ir. Sukoco dan pejabat pemkab Kulon Progo yang lain. Kedatangan warga WTT yang dipimpin oleh Ketua WTT Kelik Martono bermaksud meminta kembali kepada pemkab dan BPN untuk melakukan pendataan ulang lahan warga di 12 blok yang masih tersisa sekaligus menghitung luasan lahan dan menilai ganti rugi yang akan diterima warga.
Dalam kesempatan itu, warga WTT juga meminta maaf atas semua tindakan yang selama ini telah dilakukan yakni, menolak pengukuran lahan. Warga berjanji, akan selalu bekerjasama dan mendukung petugas yang akan diterjunkan dalam pengukuran lahan tersebut. "Dalam kesempatan ini kami atas nama warga WTT meminta maaf atas semua tindakan dan kecerobohan yang selama ini telah kami lakukan. Kami berjanji akan mendukung petugas pendataan lahan yang akan diterjunkan dengan menunjukkan lahan-lahan mana yang harus diukur pada 12 blok lahan tersisa yang belum dilakukan pendataan maupun pengukuran," tandas kelik.
Hal senada dikatakan Andung warga Dusun Sidorejo, Glagah yang akan mendukung pendataan dan pengukuran lahan warga. Andung meminta pengukuran dilakukan segera agar semua proses pendataan dan pengukuran sampai ke penilaian asset tidak berjalan lama. "Kami meminta pendataan pengukuran dan penilaian dapat dilakukan segera. Jangan sampai seperti yang telah dilakukan, pekerjaan tersebut dikerjakan sama lamannya dengan menanam padi," tandasnya.
Menanggapi hal tersebut, Kepala Kanwil BPN DIY Ir. Perdananto Ariwobowo menyambut baik itikad warga yang meminta petugas untuk segera melakukan pendataan dan pengukuran lahan di 12 blok yang masih tersisa. Namun, menurut Ariwibowo, BPN hanya memiliki kewenangan pada pandataan dan pengukurannya. Selanjutnya, data yang didapatkan akan segera diserahkan kepada PT. Angkasa Pura. "Kami menyambut baik keinginan warga dan kami akan segera melakukan pendataan dan pengukuran lahan namun kami sampaikan bahwa penilaian bukan merupakan kewenangan kami sehingga data yang kami dapat akan segera kami kiri ke PT. Angkasa Pura," katanya.
Sementara itu, Bupati Kulon Progo dr. Hasto Wardoyo, Sp.OG (K) meminta warga untuk mengerti dan memahami proses pendataan. Namun, pemkab Kulon Progo akan selalu mengakomodir keinginan warga dan akan selalu berusaha agar warga dapat memperoleh haknya dengan baik. "Kami selaku pemerintah daerah ibaratnya ayah dan warga adalah anak-anaknya. Meskipun dahulu warga menolak, meminta, menolak dan meminta lagi kami tetap menilai itu adalah hal yang wajar. Kami akan selalu berusaha agar warga mendapatkan yang terbaik dari semua poses pembangunan bandara ini," tandas Bupati.


Related Articles