DALAM LIMA (5) TAHUN, GERAKAN “GENTHONG REMBES” BERHASIL MEMBANGUN 811 UNIT RUMAH

     Gerakan gotong royong rakyat bersatu yang lebih dikenal dengan gerakan “Gentong rembes” yang diinisiasi Bupati Kulon Progo, Hasto Wardoyo, yang dimulai awal memimpin Kulon Progo pada tahun 2012 sampai dengan tahun 2017 telah berhasil membangun rumah layak huni sejumlah 811 unit. Hal ini disampaikan Kepala Bagian Administrasi Kesejahteraan Sosial Kabupaten Kulon Progo, Arif Prastowo, SIP, MSi pada acara penerimaan Kunjungan Peserta Study Banding Best Paractisce dari Pemerintah Kabupaten Bantul, Rabu, ( 10/5).

      Pembangunan rumah layak huni ini dilaksanakan dalam bentuk kegiatan bedah rumah untuk rumah yang tidak layak huni. Setiap hari Minggu, dilaksanakan minimal 2 bedah rumah, bahkan sering dilaksanakan sampai 5, 6 rumah. Pada acara kunjungan bedah ini bupati didampingi beberapa Pimpinan OPD/ SKPD dan staf ikut gotong royong membangun rumah, sekalian mengantar para pihak penyandang dana yang akan menyampaikan bantuan biaya bedah rumah. Arif menjelaskan bahwa pembangunan ke 811 rumah ini tanpa anggaran dari APBD maupun APBN. Anggaran berasal dari berbagai sumber , dari BAZ, CSR, forum CSR, dari perseorangan, juga kelompok-kelompok tertentu , misalnya organisasi , bahkan dari kelompok peserta pendidikan dan latihan. Setiap unit rumah yang dibangun yang hanya mendapat bantuan Rp.10 juta, ini bisa menghabiskan dana rata–rata di atas Rp. 30 jt, kekurangannya diusahakan oleh yang mendapatkan bantuan dibantu oleh masyarakat sekitarnya.

     Sementara itu, Asisten III , Drs. Joko Kushermanto, MM , yang juga ikut menerima kunjungan peserta studi banding dari Pemerintah Kabupaten Bantul, mengatakan bahwa untuk mempercepat menekan jumlah keluarga miskin di Kulon Progo, Pemerintah Kabupaten Kulon Progo mewajibkan setiap BUMD menyisihkan minimal 5 % dari keuntungannya untuk CSR. Sementara itu terhadap Perusahaan non BUMD diharapkan juga menyisihkan hasil usahanya untuk kegiatan CSR di wilayah Kulon Progo,

     Jumlah rumah yang berhasil dibangun dengan bedah rumah terhitung sudah cukup banyak, 811 unit rumah, namun jumlah rumah yang tidak layak huni masih jauh lebih banyak. bagian Administrasi mencatat masih ada 6.238 rumah tidak layak huni, sementara DPU mencatat jumlah yang jauh lebih besar lagi. Untuk itu Pemerintah Kabupaten Kulon Progo sangat mengharapkan dari pihak manapun baik dari Kulon Progo maupun dari luar Kulon Progo untuk mennyukeskan program bedah rumah ini.


Related Articles