PELETAKAN BATU PERTAMA PEMBANGUNAN PEMUKIMAN WARGA DI JANGKARAN

Peletakan batu pertama pembangunan pemukiman warga terdampak bandara di desa Jangkaran dilaksanakan oleh Pj Bupati Kulon Progo, Ir. Budi Antono, Msi ,Jumat ( 17/3).
Sebenarnya pembangunan pemukiman untuk warga terdampak bandara ini tidak hanya dilaksanakan di desa Jangkaran namun menyebar ke beberapa lainnya, Janten 54 kk, Glagah 99 kk, Kebonrejo 23 kk, Palihan 100 kk, dan tanah kadipaten 46 kk. Jumlah keseluruhan mencapai 326 kk, sedangkan jangkaran sendiri hanya untuk 4 kk. Tanah yang digunakan untuk pemukiman ini merupakan tanah kas desa dan tanah kadipaten. Tanah seluas 12, 4 H merupakan tanah kas desa, dan 9, 1 H merupakan tanah Kadipaten.
Warga terdampak bandara yang memilih relokasi telah membentuk kelompok-kelompok pemukim. Di Jangkaran dibentuk 1 kelompok, Palihan 8 kelompok, Janten 4 kelompok, kebonrejo 2 kelompok, dan Glagah 7 kelompok pemukim. Warga terdampak bandara yang memilih relokasi di tanah kas desa dan sudah membentuk kelompok pemukim semuanya sudah siap membangun, tinggal menunggu kesiapan lahan.
Budi Antono, dalam sambutannya antar lain mengatakan bahwa acara peletakan batu pertama pembangunan pemukiman untuk warga terdampak bandara kali ini merupakan bukti bahwa Pemerintah benar-benar hadir di tengah-tengah masyarakat, sebagai bukti bahwa Pemerintah akan selalu berbuat yang terbaik bagi warga masyarakat.
Pada kesempatan ini Budi Antono juga menyampaikan apreasi atas inisiatif warga terdampak yang telah menyisihkan sebagain rezekinya untuk kepentingan masyarakat luas, yakni telah menyumbangkan 1 mobil ambulans, dan 1 mobil jenazah.
Acara Peletakan batu pertama pembangunan pemukiman terdampak bandara ini dihadiri Forum Koordinasi Pimpinan Daerah Kabupaten Kulon Krogo, Pejabat dari PT angkasa Pura, Kepala Biro Administrasi Pembangunan DIJ, dan juga BPN Kulon Progo


Related Articles