Warga Terdampak Bandara Mendapat Pelatihan Satpam

Jum`at, 14 Juli 2017 09:06:48 - Oleh : kominfo-kp

Kontes Kambing Peranakan Etawa dan Sapi Putih

Kemenko Polhukam RI Kunjungi Pemkab Kulon Progo

KADES BANJARSARI KUKUHKAN KIM SUMBER WARAS

Pemerintah Kabupaten Kulon Progo adakan Edukasi UMKM Go Online

Workshop Kewirausahaan di Selenggarakan Kantor Pelayanan Pajak Pratama Wates

Sebanyak 44 warga terdampak bandara baru New Yogyakarta International Airport (NYIA) yang berasal dari 5 pedukuhan di wilayah Kecamatan Temon mendapatkan pelatihan satpam (security). Pelatihan tersebut merupakan bentuk konsekuensi dan tanggungjawab PT Angkasa Pura I (AP I) terhadap nasib dan kesejahteraan warga terdampak bandara agar tetap dapat bekerja dan mendapatkan kesejahteraan akibat dibangunya NYIA di wilayah Kecamatan Temon, Kulon Progo. Pelatihan tahap I diikuti oleh warga yang telah lolos seleksi sebanyak 44 orang dan 1 orang mengundurkan diri, dengan menggunakan biaya dari program Corporate Social Responsibility (CSR) PT. Angkasa Pura I.
General Manager (GM) PT. Angkasa Pura I (AP I) Bandara Adisucipto, Yogyakarta Agus Pandu Purnama Kamis (13/7), mengatakan hal tersebut dalam acara Pembukaan Pelatihan Satpam (Security) bagi warga terdampak di kompleks Gedung Dharmais, Sendangsari, Pengasih. Pembukaan pelatihan dihadiri oleh Wabup Drs. H. Sutedjo, Anggota DPRD Kulon Progo, Kasat Binmas Polres Kulon Progo AKP. Sumina, SH, Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Eko Wisnu Wardana, SE, peserta pelatihan dan undangan yang lainnya. Pembukaan ditandai dengan penyematan topi satpam oleh Wabup, GM Angkasa Pura I dan Kasat Binmas Polres Kulon Progo.
Selanjutnya, pelatihan satpam adalah bentuk upaya mempersiapkan Sumber Daya Manusia (SDM) yang berkualitas dan memiliki daya saing tinggi dalam upaya menyambut pembangunan bandara NYIA yang direncanakan dapat beroperasi di tahun 2019. "Dengan peningkatan kualitas SDM nantinya masyarakat Kulon Progo khususnya warga terdampak, tidak hanya akan menjadi penonton dengan adanya pembangunan bandara NYIA di wilayah Kabupaten Kulon Progo," kata Agus Pandu Purnama.
Karena membangun bandara bukan hanya membangun sarana dan prasarana namun lebih luas lagi sebagai pembangunan sebuah peradapan. Sehingga lokasi dimana bandara baru tersebut dibangun akan memperoleh dampak dari pembangunan bandara yang diharapkan bisa memberi dampak peningkatan perekonomian dan kesejahteraan masyarakat, lanjutnya.
Disisi lain, pembangunan bandara baru memang sangat diperlukan karena kapasitas bandara Adisucipto saat ini dinilai memang tidak mampu untuk menampung banyaknya penumpang. Dari data terbaru, penumpang pada saat lebaran mencapai 28.000 orang. Sementara solusi dengan penambahan terminal B dinilai tetap tidak mencukupi. "Adanya pembangunan bandara baru yang menurut rencana tahap I bisa menampung kapasitas 15.000 penumpang/tahun dan tahap II sebanyak 25.000 penumpang/tahun bisa menjadi solusi," tandas Agus.
Sementara itu, Wakil Bupati Kulon Progo dalam sambutannya mengharapkan warga terdampak dapat menempati tempat tinggal baru dan bisa mendapatkan kesejahteraan yang lebih baik. Pelatihan juga menjadi salah satu upaya pemkab Kulon Progo melalui Dinas Tenaga kerja dan Transmigrasi dalam meningkatkan kualitas SDM serta memperjuangkan nasib para pencari kerja.
Karena dalam 100 hari kerja Bupati dan Wakil Bupati melalui Disnakertras Kulon Progo telah menetapkan beberapa target diantaranya, mendata pencari kerja sampai dengan "data pilah" pendidikan pencari kerja, bursa Pencari kerja kerjasama dengan 15 perusahaan, menindaklanjuti kerjasama dengan AP I (termasuk pendidikan dan pelatihan satpam) dan menyalurkan 150 orang pencari kerja.

« Kembali | Kirim | Versi cetak